PRESIDEN CILE
Pinera: Saya Tak Pernah Hilang Harapan
Selasa, 19 Oktober 2010 | 16:24 WIB
AFP
Presiden Cile, Sebastian Pinera (kanan) saat menyalami petambang Bolivia Carlos Mamani (kiri) setelah Mamani diselamatkan dari lubang tambang yang runtuh di tambang emas dan tembaga San Jose.
LONDON, KOMPAS.com — Presiden Cile Sebastian Pinera, Senin (18/10/2010), mengatakan, harus ada perbaikan kondisi dalam industri pertambangan negara itu. Ia mengatakan bahwa itu hanya beberapa hari setelah 33 petambang diselamatkan dari sebuah tambang tembaga yang runtuh di daerah terpencil di negara itu, Gurun Atacama. Para petambang terjebak selama 69 hari di kedalaman 700 meter di bawah tanah sebelum akhirnya tim penyelamat mampu menjangkau mereka melalui lubang pengeboran yang cukup lebar untuk mengirim kapsul penyelamatan.
"Kami tidak dapat menjamin bahwa kecelakaan lain tidak akan pernah terjadi pada masa depan," kata Pinera dalam wawancara dengan CNN di sela-sela kunjungannya ke Inggris untuk bertemu Ratu Elizabeth II dan Perdana Menteri David Cameron. "Namun, kami telah belajar, kami merevisi dan mengubah hubungan serta prosedur kami."
Dia menambahkan, sebagai anggota Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD)—sebuah forum negara-negara yang fokus membantu pemerintah mengatasi tantangan ekonomi, sosial, dan tata kelola ekonomi global—peraturan baru Cile akan disesuaikan dengan standar internasional. "Kami akan memastikan aturan tersebut ditegakkan di lapangan karena di situlah yang penting," katanya. "Dan tidak hanya di sektor pertambangan, kami sedang merevisi standar kami dalam banyak sektor lain untuk menjamin bahwa kami melakukan yang terbaik dalam hal melindungi kehidupan, kesehatan, dan integritas pekerja kami."
Pinera juga menggambarkan bagaimana, saat mata dunia tertuju ke Cile pada awal cerita dramatis itu, ia datang untuk berdamai dengan tragedi pribadi. Saat berita tentang 33 petambang terperangkap di kedalaman 700 meter di bawah Gurun Atacama, di tambang emas dan tembaga San Jose muncul, ayah mertua Presiden itu sedang sakit parah.
Siang dan malam berlalu tanpa ada indikasi tentang keadaan para petambang. Pinera kemudian menghabiskan malam pada tanggal 21 Agustus di rumah sakit, di sisi istrinya. Ayah mertuanya berkata kepadanya, "Jangan menyerah dalam mencari. Itu tanggung jawab Anda. Itu tugas Anda." Itulah kata-kata terakhir ayah mertuanya. Istri Pinera, Cecilia Morel Montes, mendorong suaminya untuk segera pergi ke lokasi tambang. Sesuatu, kata istrinya, akan terjadi hari ini.
Pinera pun pergi. Ia tiba di tambang dekat Copiapo itu dan mendapatkan pesan berupa tulisan tangan yang dikirim para petambang melalui sebuah lubang bor. "Estamos bien," kata pesan itu. "Kami semua baik-baik."
Pinera selalu membawa salinan pesan itu dalam sakunya. "Itu adalah ledakan kegembiraan, kebahagiaan, air mata seluruh negeri, dan saya pikir seluruh dunia," kata Pinera.
Ada waktu berminggu-minggu sebelum penyelamatan dramatis itu berhasil mengeluarkan ke-33 petambang. Seluruh dunia menyaksikan, keluarga bersukacita, dan Pinera muncul dengan gambar mengilap. Dia telah tersenyum sejak minggu lalu, tetapi dari 5 Agustus, hari saat tambang itu ambruk, hidup 33 petambang itu berada di bahu Pinera. "Perusahaan swasta yang memiliki tambang itu tidak mampu melakukan pencarian dan penyelamatan," kata Pinera kepada CNN. "Jadi itu tugas kami, pemerintah, atau siapa pun."
Pinera lalu meluncurkan cara pencarian yang nekat, melawan segala rintangan. Dia mengatakan, dia berpegang pada keyakinan mendalam dan iman kepada Tuhan. "Saya merasa bahwa keluarga mereka begitu yakin mereka masih hidup sehingga setiap kali saya pergi mengunjungi mereka di tambang selama 17 hari penderitaan itu, saya diperkuat dalam keyakinan kami bahwa mereka masih hidup," kata Pinera. "Saya punya semacam suara batin yang mengatakan kepada saya, terus mencari, terus mencari, jangan menyerah."
Dia ingat ketika menteri energi mengatakan kepadanya tentang tiga kemungkinan teknologi yang dapat digunakan dalam penyelamatan. Yang mana yang harus mereka gunakan? Pinera berpikir, semuanya digunakan. "Mesin bisa gagal. Kita tidak boleh gagal," kata Pinera.
Kemudian, pada hari ke-69, Florencio Avalos menjadi petambang pertama yang melakukan perjalanan panjang ke atas dan melangkah keluar dari kapsul penyelamatan. "Saya tidak akan pernah melupakan momen itu," kata Pinera. "Itu sangat, sangat luar besar. Itu sangat mengesankan."
Pinera memeluknya. Hal yang sama dia lakukan kepada semuanya, ke-33 petambang, hingga yang terakhir keluar, Luis Urzua, mandor yang memilih untuk keluar terakhir. Urzua mengatakan kepada Pinera, "Saya menyerahkan 'kapal' kepada Anda." Pinera menjawab, "Anda telah menjadi seorang pemimpin yang sangat baik. Seorang kapten yang sangat bagus karena Anda tidak pernah meninggalkan kapal Anda sampai semua orang-orang Anda aman. Anda adalah orang terakhir. Itu tugas Anda dan saya sangat bangga terhadap hal itu...."
Di Inggris, Pinera menyinggung pidato yang disampaikan Winston Churchill saat ia kali pertama menjadi perdana menteri tahun 1940. "Saya tidak punya apa-apa untuk ditawarkan, kecuali darah, kerja keras, air mata, dan keringat," kata Churchill. "Dan itu sama bahwa kami memiliki motivasi yang sama, iman, dan komitmen," kata Pinera. "Oleh karena itu, kami terus mencari. Saya berpikir bahwa pelajaran yang bisa kita ambil dari kecelakaan ini adalah ketika sebuah negara bersatu dan berkomitmen dengan iman, dengan harapan, menggunakan teknologi terbaik dan tim manusia yang mungkin terbaik, kita dapat mencapai tujuan yang bagi sebagian orang sepertinya tidak mungkin," katanya.
"Kami tidak dapat menjamin bahwa kecelakaan lain tidak akan pernah terjadi pada masa depan," kata Pinera dalam wawancara dengan CNN di sela-sela kunjungannya ke Inggris untuk bertemu Ratu Elizabeth II dan Perdana Menteri David Cameron. "Namun, kami telah belajar, kami merevisi dan mengubah hubungan serta prosedur kami."
Dia menambahkan, sebagai anggota Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD)—sebuah forum negara-negara yang fokus membantu pemerintah mengatasi tantangan ekonomi, sosial, dan tata kelola ekonomi global—peraturan baru Cile akan disesuaikan dengan standar internasional. "Kami akan memastikan aturan tersebut ditegakkan di lapangan karena di situlah yang penting," katanya. "Dan tidak hanya di sektor pertambangan, kami sedang merevisi standar kami dalam banyak sektor lain untuk menjamin bahwa kami melakukan yang terbaik dalam hal melindungi kehidupan, kesehatan, dan integritas pekerja kami."
Pinera juga menggambarkan bagaimana, saat mata dunia tertuju ke Cile pada awal cerita dramatis itu, ia datang untuk berdamai dengan tragedi pribadi. Saat berita tentang 33 petambang terperangkap di kedalaman 700 meter di bawah Gurun Atacama, di tambang emas dan tembaga San Jose muncul, ayah mertua Presiden itu sedang sakit parah.
Siang dan malam berlalu tanpa ada indikasi tentang keadaan para petambang. Pinera kemudian menghabiskan malam pada tanggal 21 Agustus di rumah sakit, di sisi istrinya. Ayah mertuanya berkata kepadanya, "Jangan menyerah dalam mencari. Itu tanggung jawab Anda. Itu tugas Anda." Itulah kata-kata terakhir ayah mertuanya. Istri Pinera, Cecilia Morel Montes, mendorong suaminya untuk segera pergi ke lokasi tambang. Sesuatu, kata istrinya, akan terjadi hari ini.
Pinera pun pergi. Ia tiba di tambang dekat Copiapo itu dan mendapatkan pesan berupa tulisan tangan yang dikirim para petambang melalui sebuah lubang bor. "Estamos bien," kata pesan itu. "Kami semua baik-baik."
Pinera selalu membawa salinan pesan itu dalam sakunya. "Itu adalah ledakan kegembiraan, kebahagiaan, air mata seluruh negeri, dan saya pikir seluruh dunia," kata Pinera.
Ada waktu berminggu-minggu sebelum penyelamatan dramatis itu berhasil mengeluarkan ke-33 petambang. Seluruh dunia menyaksikan, keluarga bersukacita, dan Pinera muncul dengan gambar mengilap. Dia telah tersenyum sejak minggu lalu, tetapi dari 5 Agustus, hari saat tambang itu ambruk, hidup 33 petambang itu berada di bahu Pinera. "Perusahaan swasta yang memiliki tambang itu tidak mampu melakukan pencarian dan penyelamatan," kata Pinera kepada CNN. "Jadi itu tugas kami, pemerintah, atau siapa pun."
Pinera lalu meluncurkan cara pencarian yang nekat, melawan segala rintangan. Dia mengatakan, dia berpegang pada keyakinan mendalam dan iman kepada Tuhan. "Saya merasa bahwa keluarga mereka begitu yakin mereka masih hidup sehingga setiap kali saya pergi mengunjungi mereka di tambang selama 17 hari penderitaan itu, saya diperkuat dalam keyakinan kami bahwa mereka masih hidup," kata Pinera. "Saya punya semacam suara batin yang mengatakan kepada saya, terus mencari, terus mencari, jangan menyerah."
Dia ingat ketika menteri energi mengatakan kepadanya tentang tiga kemungkinan teknologi yang dapat digunakan dalam penyelamatan. Yang mana yang harus mereka gunakan? Pinera berpikir, semuanya digunakan. "Mesin bisa gagal. Kita tidak boleh gagal," kata Pinera.
Kemudian, pada hari ke-69, Florencio Avalos menjadi petambang pertama yang melakukan perjalanan panjang ke atas dan melangkah keluar dari kapsul penyelamatan. "Saya tidak akan pernah melupakan momen itu," kata Pinera. "Itu sangat, sangat luar besar. Itu sangat mengesankan."
Pinera memeluknya. Hal yang sama dia lakukan kepada semuanya, ke-33 petambang, hingga yang terakhir keluar, Luis Urzua, mandor yang memilih untuk keluar terakhir. Urzua mengatakan kepada Pinera, "Saya menyerahkan 'kapal' kepada Anda." Pinera menjawab, "Anda telah menjadi seorang pemimpin yang sangat baik. Seorang kapten yang sangat bagus karena Anda tidak pernah meninggalkan kapal Anda sampai semua orang-orang Anda aman. Anda adalah orang terakhir. Itu tugas Anda dan saya sangat bangga terhadap hal itu...."
Di Inggris, Pinera menyinggung pidato yang disampaikan Winston Churchill saat ia kali pertama menjadi perdana menteri tahun 1940. "Saya tidak punya apa-apa untuk ditawarkan, kecuali darah, kerja keras, air mata, dan keringat," kata Churchill. "Dan itu sama bahwa kami memiliki motivasi yang sama, iman, dan komitmen," kata Pinera. "Oleh karena itu, kami terus mencari. Saya berpikir bahwa pelajaran yang bisa kita ambil dari kecelakaan ini adalah ketika sebuah negara bersatu dan berkomitmen dengan iman, dengan harapan, menggunakan teknologi terbaik dan tim manusia yang mungkin terbaik, kita dapat mencapai tujuan yang bagi sebagian orang sepertinya tidak mungkin," katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar