Rabu, 27 Oktober 2010

Timur Pradopo Resmi Jadi Kapolri 2010


KAPOLRI BARU
Timur Pradopo Resmi Jadi Kapolri
Laporan wartawan KOMPAS.com Hindra Liu
Jumat, 22 Oktober 2010 | 15:49 WIB

KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Komjen Timur Pradopo
JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Mabes Polri Komjen Timur Pradopo resmi menduduki posisi Kepala Polri setelah dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Jumat (22/10/2010) sore ini.Acara pelantikan ini dihadiri Wakil Presiden Boediono, pejabat tinggi negara, dan anggota Kabinet Indonesia Bersatu Kedua, seperti Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto dan istri; Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa; Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono; dan Menteri Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi.Hadir pula pejabat teras Mabes Polri, seperti Komjen Nanan Sukarna dan Komjen Wahyono.Sebelumnya, Rapat Paripurna DPR, Selasa (19/10/2010), secara resmi menyetujui pengangkatan Komisaris Jenderal Timur Pradopo sebagai Kapolri. Persetujuan ini ditandai dengan pengetukan palu oleh pimpinan rapat paripurna Priyo Budi Santoso. "Apakah dengan ini Paripurna DPR menyetujui Komjen Timur Pradopo sebagai Kapolri?" tanya Priyo. Pertanyaan itu langsung disambut dengan pernyataan serentak oleh hampir semua anggota Dewan, "Setujuuuuuuu."Dengan demikian, DPR telah meluluskan Timur sebagai TB-1 atau Tribrata-1, sebutan untuk Kapolri. Sebelumnya, pimpinan Komisi III Tjatur Sapto Edy melaporkan hasil kerja Tim Kecil yang dipimpinnya serta hasil uji kelayakan dan kepatutan yang dilakukan Komisi III pekan lalu.
"Komisi III menyetujui untuk memberhentikan Jenderal Bambang Hendarso Danuri yang memasuki masa pensiun dan setuju mengangkat Komjen Timur Pradopo sebagai Kapolri," ujar Tjatur.
Kemunculan Timur Pradopo sebagai calon tunggal Kapolri mengejutkan karena namanya baru disebut-sebut kurang dari 24 jam sebelum pengumuman pencalonannya. Pangkat komisaris jenderal juga baru diperoleh saat Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri mengangkatnya sebagai Kabaharkam.Sebelumnya, Timur menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya dan itu pun belum lama karena baru diangkat pada 22 Juni 2010. Sebelum ke Jakarta, Timur adalah Kapolda Jawa Barat.Penggantian jabatan tersebut juga sangat cepat karena Timur Pradopo mengaku baru diberi tahu akan dimutasi pagi hari menjelang pengangkatannya sebagai Kabaharkam. Meski demikian, karier Timur Pradopo di Polri sudah dilakoni dari bawah sejak masuk Akademi Kepolisian tahun 1978. Ia pernah menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat dan Kapolres Metro Jakarta Pusat pada awal reformasi.Ia juga pernah menjabat sebagai Kapolda Banten, Kapolda Jawa Barat, dan terakhir Kapolda Metro Jaya. Berikut biodata singkat Komjen Timur Pradopo:
Nama Lengkap: Timur Pradopo
Tempat dan tanggal lahir: Jombang, Jawa Timur, 10 Januari 1956
Agama: Islam
Jabatan terakhir: Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri
PENDIDIKAN:
- Akademi Kepolisian (1978)
- Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) (1989)
Pendidikan Khusus:
- Sekolah Staf dan Pimpinan Polisi (Sespimpol) (1996)
- Sekolah Staf Administrasi Tingkat Tinggi (Sespati Polri) (2001)
PERJALANAN KARIER DI POLRI:
- Perwira Samapta Poltabes Semarang
- Perwira Operasi Satuan Lalu Lintas Semarang
- Kepala Seksi Ops Poltabes Semarang
- Kapolsekta Semarang Timur
- Kabag Lantas Polwil Kedu
- Kasubag Ops Dit Lantas Polda Metro Jaya
- Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Pusat
- Kapolsek Metro Sawah Besar
- Waka Polres Tangerang
- Kabag Jianma Dit Lantas Polda Metro Jaya
- Kapolres Metro Jakarta Barat (1997-1999)
- Kapolres Metro Jakarta Pusat (1999-2000)
- Kapuskodal Ops Polda Jawa Barat (2000)
- Kepala Polwiltabes Bandung (2001)
- Kakortarsis Dediklat Akpol (2002)
- Irwasda Polda Bali (2004)
- Kapolda Banten (2005)
- Kaselapa Lemdiklat Polri (2008)
- Staf Ahli Bidang Sosial Politik Kapolri (2008)
- Kapolda Jawa Barat (2008-2010)
- Kapolda Metro Jaya (2010)
- Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri (2010)
PENGHARGAAN: - Satya Lencana 16 Tahun
KELUARGA:
- Istri: Irianti Sari Andayani
- Anak: 1. Moh Bimo Aryo Seto   2. DheaSERTIJAB KAPOLRI

BHD Serahkan Tongkat Komando ke Timur
Rabu, 27 Oktober 2010 | 09:41 WIB

TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
Komjen Timur Pradopo melakukan salam komando dengan Jenderal Bambang Hendarso Danuri. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik Komjen Timur Pradopo sebagai Kapolri di Istana Negara, Jumat (22/10/2010).
JAKARTA, KOMPAS.com — Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia yang lama, akhirnya menyerahkan tongkat komandonya kepada Komisaris Jenderal Timur Pradopo selaku Kepala Polri yang baru dalam upacara serah terima jabatan kepala Polri di Markas Komando Brigade Mobil, Depok, Rabu (27/10/2010). Dengan demikian, jabatan Kepala Polri resmi diserahkan kepada Komjen Timur Pradopo.
Dalam upacara tersebut, tampak Bambang Hendarso Danuri menyerahkan panji-panji kepolisian, Tribrata, kepada Timur. Keduanya kemudian menandatangani naskah serah terima jabatan.
Upacara serah terima jabatan kepala Polri hari itu tampak dihadiri sejumlah menteri dan perwakilan negara sahabat. Panglima TNI Agus Suhartono, Ketua Komisi III DPR, dan Ketua Komisi Yudisial pun turut hadir.
Sejumlah menteri yang tampak hadir adalah Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari, dan Menteri BUMN Mustafa Abubakar.
Tampak pula perwakilan institusi kepolisian dari negara sahabat, seperti Jepang, yang mengenakan seragam kepolisian mereka. Upacara serah terima jabatan kepala Polri hari ini dipimpin Kepala Satuan Brimob Komisaris Besar Imam Margono sebagai komandan upacara.


JENDERAL TIMUNG DARI JOMBANG (1)
Calon Kapolri Itu Dulu "Klemak-klemek"
Rabu, 6 Oktober 2010 | 05:50 WIB
SURYA.co.id/Sutono/Tribunnews.com/abdul qadir
DULU DAN KINI - Jenderal Timung ketika latihan terjun payung semasa masih taruna (kiri), dan ketika menjadi Kapolda Jawa Barat.
JOMBANG, KOMPAS.com — Keluarga besar Komisaris Jenderal Timur Pradopo di Desa Gempollegundi, Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, sedang bergembira.
Dia tak segan makan nasi jagung, sarapan sega wadhang nasi sisa kemarin sebelum berangkat sekolah. Itu dilakukan tak hanya saat SD, tetapi juga ketika sudah di SMP dan SMA. Suwarti 77, tante Jenderal Timung
Hal itu menyusul keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencalonkan Timur sebagai Kepala Kepolisian Negara RI menggantikan Jenderal Bambang Hendarso Danuri.
Kerabatnya pun terkejut karena tak menduga Timur akan mencapai puncak karier sebagai polisi. Seluruh keluarga pun merasa bersyukur.
Mereka menilai jika Timur betul-betul ditetapkan menjadi Kapolri, itu keputusan yang layak. Sebab, sosok Timur di keluarga besarnya merupakan teladan.
Selain bertanggung jawab, kepemimpinannya juga menonjol, selain sikap hidupnya pun tergolong sederhana.

Kesederhanaan ini tampak ketika wartawanSurya menyambangi rumah keluarganya di Gempollegundi, tempat Timur menghabiskan masa kecil dan remajanya.
Kondisi rumah induk yang dulu ditempati kakek dan neneknya itu, mendiang Syaiun-Ti’ah, kondisinya jauh dari kesan mewah. Bahkan, masih terkesan sebagai bangunan kuno.

Lantai rumah hanya bahan plester biasa, dengan dinding tembok dan genting usang. Rumah tersebut kini dihuni Suwarti (77), tante Timur, bersama dua anaknya yang sudah berkeluarga, Wilujeng (27) dan Andayani (29).

Adapun rumah orangtua Timur, Sigit Syaiun-Sriyati (79), berada di sebelah kiri rumah induk. Selain sederhana, juga terlihat tidak terawat.
Rumah yang dulu ditinggali Sigit-Suastri beserta tujuh anak—termasuk anak mbarep atau sulung, Timur Pradopo—itu sejak 10 tahun lalu memang tidak dihuni siapa pun.
Sigit meninggal beberapa tahun lalu dan dikebumikan di desa setempat, sedangkan Sriyati kini bermukim di luar kota.

“Mbak Sriyati lebih sering tinggal di luar kota. Kadang-kadang di Jakarta, Bandung, Kota Jombang, Blitar. Dia tinggal di rumah anak-anaknya secara bergiliran,” kata Suwarti, Selasa (5/10/2010).

Suwarti mengenang Timur kecil sebagai anak pendiam. “Selain pendiam, dia juga klemak-klemek(lamban, tidak sigap). Tapi di sekolah, Timung (panggilan akrab Timur) memang pintar,” ujar adik kandung almarhum Sigit, ayah Timur, ini.

Hanya, menurut Suwarti, kesederhanaan dan semangat Timur untuk maju memang luar biasa. Dengan kondisi ekonomi keluarga pas-pasan, ayahnya seorang guru dengan tanggungan tujuh anak, Timur tak pernah patah semangat untuk terus bersekolah.

“Dia tak segan makan nasi jagung, sarapan sega wadhang (nasi sisa kemarin) sebelum berangkat sekolah. Hal itu dilakukan tak hanya saat SD, tetapi juga ketika sudah di SMP dan SMA,” kata Suwarti.
Setelah lulus SD di desanya, Timur meneruskan ke SMP Katolik dan SMA Katolik Kertosono, Nganjuk. Mengenai hobi Timur semasa kecil dan remaja, Suwarti teringat keponakannya itu suka membaca buku. “Dia juga suka sepak bola dan main tembak-tembakan bersama teman-temannya,” ujar Suwarti. (Sutono)




Tidak ada komentar: