Dalam pengelompokan koi ada beberapa paham / cara yang berbeda – beda, salah satunya dan yang paling popular adalah yang ditentukan oleh ZNA ( Zen Nippon Airinkoi ) asosiasi penggemar koi jepang.
Menurut penulis pengelompokan koi untuk jenis – jenis tertentu antara kelompok yang satu dengan yang lainnya terkadang terjadi silang pendapat yang tidak pernah terjadi titik temu yang jelas. Dan hal ini terjadi juga di negara jepang yang menjadi kiblat dunia per – koi –an.
Bagi penulis sendiri untuk pengelempokan jenis koi ini lebih menekankan pada kemudahan pemahaman terhadap jenis – jenis koi secara umum sehingga kita lebih mudah untuk memahami dan mengenal koiyang kita miliki dan menjalin komunikasi dengan sesama hobbies koi.
Ada beberapa jenis koi yang keberadaannya masih silang pendapat antara satu kelompok dan kelompok lain, misalkan saja Koi Kumpay. Koi Kumpay nama ini populer di daerah Jawa Barat dan sekitarnya termasuk DKI Jakarta, untuk daerah di Jawa Timur lebih populer disebut sebagai Koi Slayer, sedangkan di manca negara lebih sering disebutButterfly Koi atau ada pula yang menyebut sebagai Long Fin Koi. Ada bebarapa literatur yang nyebut bahwa koi ini lahir dari persilangan antara ikan indonesia ( daerah Jawa Barat ) dengan koi Jepang. Namun yang cukup ironis koi ini keberadaannya Indonesia sendiri masih belum mendapat tempat di kalangan hobbies koi, bahkan ada yang tidak mengakui itu adalah jenis Koi.
Koi Kumpay sendiri memiliki varietas / jenis yang beragam, dan ragam tersebut sama dengan koi pada umumnya.
Dan yang membedakan Kumpay dengan koi biasa hanyalah semua siripnya yang panjang - panjang hingga menyerupai kupu - kupu, bahkan ada yang sirip ekornya mempunyai panjang lebih dari separuh ukuran badannya.
Kumpay Platinium Ogon
Sedangkan untuk varietas yang lain, penulis mengelompokkan koi sebagai berikut :
I. BERDASARKAN WARNA II. BERDASARKAN JENIS KULIT III. BERDASARKAN POLA TERTENTU
BERDASARKAN WARNA
Koi warna putih yang mempunyai pola / belang dengan warna merah

Kohaku kohaku Doitsu
Koi warna putih yang mempunyai belang hitam dan merah.
Doitsu Sanke Ginrin Sanke Sanke
Koi dengan warna hitam yang tubuhnya punya belang warna putih dan merah.
Showa Showa
Koi ber warna putih ( disebut SHIRO BEKKO ), atau merah ( AKA BEKKO ) atau kuning ( KI BEKKO ) yang mempunyai pola atau belang cenderung berbentuk bulat dan berwarna hitam, pada umumnya hanya di bagian punggung tidak sampai bagian perut
Shiro Bekko Aka Bekko
Koi berwarna HITAM mempunyai pola atau belang yang cenderung berbentuk memanjang dari punggung kearah perut berwarna putih ( SHIRO UTSURI ), merah ( HI UTSURI ), kuning ( KI UTSURI ). 
Hi Utsuri Shiro Utsuri Ki Utsuri Koi yang sisiknya berwarna biru dengan dikelilingi warna putih pada tepinya membentukseperti hamparan jala, kepala berwarna putih atau biru atau transparan, sedangkan bagian bawah tubuhnya berwarna merah atau putih.
Asagi
Koi yang pada kepala dan punggungnya berwarna biru, pada ujung hidung,pipi dan pangkal siripberwarna merah. Koi jenis ini merupakan versi ASAGI DOITSU
Shusui
Koromo kalau penulis amati sebenarnya bukanlah nama jenis varietas koi melainkan nama suatu kelompok atau kumpulan jenis koi, yang menjadi cirri khas kelompok ini adalah koi yang mempunyai warna dasar keperak – perakan atau biru yang terpapar di atas warna merah dan putih. Yang menjadi anggota kelompok ini antara lain : 8.1. goromo
8.2. sumi – goromo 8.3. budo – sansoku 8.4. koromo – sanke 8.5. koromo showa / ai – showa 8.6. dan lain-lain
Adalah suatu nama kelompok jenis koi yang tidak dapat dikategorikan pada jenis yang lain. Jenis ini mempunyai warna beraneka ragam. Contoh dari kelompok ini, Misalkan :
9.1. Karasugoi : warna hitam legam, ada pula yang berwarna dasar abu-abu. 9.2. Hajiro : karasugoi yang pada bagian tepi sirip dadanya berwarna putih
9.3. hageshiro : hajiro dengan kepala berwarna putih
9.4. Yotsushiro : = empat putih, koi yang memiliki warna putih pada hidung, sirip ekor dan kedua sirip dada. Sering terlihat pada karasugoi dan hikari mono. menurut penulis sendiri ini sebenarnya bukanlah suatu varietas koi hanyalah penamaaan pola tertentu.( lihat Berdasarkan POLA TERTENTU )
9.5. Suminagashi : koi berwarna hitam dengan retikulasi sisik berwarna putih.
9.6. Matsukawabake: koi bersisik hitam dan putih. Matsubawake
9.7 Kumomryu : koi berwarna putih dengan pola hitam pada bagian samping tubuh, yang mana pola hitamnya selalu berubah seiring perkembangan pertumbuhan badannya.
9.8 Kigoi : koi dengan sisik warna kuning polos kigoi Ginrin
9.9 Chagoi : koi dengan warna coklat
Chagoi Doitsu Chagoi
9.10 Soragoi : koi dengan warna abu - abu kehijauan. Ginrin Soragoi soragoi Doitsu 9.11 Midorigoi : koi berwarna kuning kehijauan.
Doitsu Soragoi
9.12 Matsuba : koi dengan warna putih ( shiro matsuba ), merah ( aka matsuba ), kuning ( Ki Matsuba ), yang mempunyai pola seperti mata jarring berwarna biru gelap mendekati hitam.
Aka Matsuba Ki Matsuba Ginrin Ki Matsuba Doitsu Ki Matsuba
9.13 Gosinki : kohaku yang memiliki tampahan warna biru berpola seperti jaring bila bertumpuk pada warna merah akan nampak seperi warna ungu, sehinnga terlihat memiliki 5 warna.
9.14. Konoko Kahaku: kohaku yang pola merahnya berupa bintik – bintik. 9.15 Ochiba : koi berwarna abu - abu yang berpola warna coklat.
Ochiba Ochiba Doitsu
9.16 Benigoi : koi yg seluruh badannya berwarna merah pekat

9.17 Aka Muji : koi yg seluruh badannya berwarna merah lebih muda dari Benigoi, sering juga disebut Higoi.
9.18 Aka Hajiro : Benigoi yg pada tepi siripnya berwarna putih. 
Doitsu Aka Hajiro
9.19 Shiro Muji : Koi dengan warna putih mulus shiromuji shiromuji Ginrin
9.20 Dll Catatan : Untuk jenis Benigoi, Aka Muji / Higoi, Aka Hajiro, Shiro Muji, ada beberapa kelompok / klub penggemar koi memaksukkan jenis ini dalam kelompok KOHAKU
Koi dengan sisik berwarna tunggal metalik Misalkan , Silver ogon, orange Ogon , dll
11.1 Hariwake : koi putih yang memiliki pola berwarna kuning sampai kemerahan.
11.2 Hariwake Doitsu : hariwake jenis doitsu ( sisik besar atau gundul )
11.3 Kikusui : kohaku jenis Doitsu yang berwarna Metalik.
11.4 Ginsui : = Kinsui, Shusui Metalik.
11.5 Shochiku Bai : Ai Goromo Metalik.
11.6 Kujaku : Goshinki Metalik, Gin Matsuba yg mempunyai pola merah kohaku.
11.7 Tora Ogon. : KI Bekko Metalik.
12.8 Yamato Nishiki
12.9 Dan lain - lain
12.1 Kin Showa : Showa Metalik
12.2 Gin Showa : Showa yg mana warna putihnya berupa warna keperakan/platinium
12.3 Gin Shiro : = Gin Shiro Utsuri , Shiro Utsuri berwarna metalik 12.4 Kin Ki Utsuri : Koi hitam metalik dengan pola emas kekuningan atau kemerahan.
12.5 DLL :
BERDASARKAN JENIS KULIT
Pengelompokan berdasarkan jenis kulit ini biasanya melekat pada pengempokan koi berdasarkan warna. Bersarkan jenis kulit penulis mengelompokkan penulis mengelompokkan menjadi beberapa jenis,
1. KINGINRIN Biasa juga hanya disebut GINRIN, adalah koi yang pada sebagian kulitnya terlihat ada kilauan – kilauan berwana keperakan atau keemasan bisa pada seluruh tubuhnya ( biasa disebut TAMAGIN ) atau hanya sebagian saja ( biasa disebut BETAGIN )
2. DOITSU Jenis ini sebenarnya berasal dari penyilangan koi dengan karper jerman sehingga menghasilkan koi yang tidak bersisik ( gundul ) dan koi bersisik besar pada sebagian tubuhnya, biasanya pada bagian punggung atau sepanjang garis dorsal ( garis yang membagi bagian tubuh samping koi menjadi dua bagian )
3. HIKARI Hikari dalam bahasa jepang berarti keperak – perakan ( metalik ) Koi ada memiliki kulit berwarna metalik, bisa pada seluruh warna tubuh, salah satu warna, atau hanya pada bagian – bagian tubuh tertentu tampa memperdulikan warna.
Untuk koi yang seluruh kulitnya berwarna metalik untuk jenis – jenis tertentu dalam lingkungan hobbies telah dikelompokkan pada jenis tertentu dan telah memeliki nama sendiri, contohnya untuk jenis sanke yang seluruh warnanya metalik diberi nama Yamato nishiki.
Untuk yang hanya salah satu atau tidak semua warna tubuhnya berwarna metalik ada sebagian yang masih tetap mengelompokkan tetap pada jenis tersebut ada yang malah “ mengangkat “ jenis tersebut ke jenis tertentu
Untuk koi yang hanya pada bagian tertentu tubuhnya memiliki warna metalik dalam dunia perkoian belum diklasifikasikan dalam jenis – jenis tertentu secara pasti, ada sebagian hanya di beri tambahan istilah tertentu, ada sebagian malah mengelompokkan dalam klasifikasi GINRIN yang menurut pengamatan penulis itu berbeda. Biasanya ini terdapat pada jenis Doitsu yang hanya pada sisiknya yang berwarna metalik.
4 . BIASA / REGULER kulit bersisik biasa seperti pada koi umumnya.
BERDASARKAN POLA TERTENTU Kalau penulis sendiri beranggapan sebenarnya pengempokan ini bukanlah merupakan jenis / varietas koi tetapi senderung sebagai ISTILAH UNTUK MENGENALI MOTIF atau POLA tertentu pada koi jenis tertentu. Hal ini kadang / sering kurang dipahami baik bagi para pemula maupun hobbies senior sekalipun, bahkan banyak pedagang koi yang tidak mengerti dan hanya gagah – gagahan menyebutkan istilah pola ini sebagai varietas koi.
Misalkan : TANCO → koi yg mempunyai pola berupa bulatan pada bagian kepala. Banyak varietas koi meliki jenis tanco, misalkan : - Tanco Kohaku
- Tanco Sanke - Tanco Showa
- Tanco Hariwake - Dll. INAZUMA → pola berbentuk seperti petir biasanya pada jenis kohaku,goshiki,koromo,dsb
MARUTEN → pola berbentuk bulat atau lonjong di bagian kepala.
HO AKA → Insang warna merah ( Era Hi )
NINDAN KOHAKU → kohaku berpola dua tingkat SANDAN KOHAKU → kohaku berpola tiga tingkat HI SHOWA → showa yang sebagian besar tubuhnya berwarna merah ( pola merah memanjang dari kepala sampai bagian ekor )
AKA SANKE → sanke yang sebagian besar tubuhnya berwarna merah
Dalam pemeliharaan koi ( untuk Pemula )
Sistim filtrasi adalah suatu cara dan daya upaya dengan tujuan untuk menyaring segala macam dan ragam zat atau benda yang dapat mengurangi kualitas air yang dapat menurunkan, merugikan dan atau membahayakan kelangsungan hidup koi . Biasanya banyak pemula yang membuat sistim filter tampa berusaha menyelami makna filtrasi itu sendiri. Biasanya pemula yang belum mengerti, hanya berusaha membuat sistim filtrasi dengan tujuan bagaimana “membuat air tetap bersih dan dapat melihat koi dengan nyaman “ hal ini pada awalnya juga dialami oleh penulis. Sebelum membahas lebih jauh tentang sistim filtrasi hendaknya kita coba untuk sedikit membayangkan komunitas yang ada dalam suatu kolam. Untuk hidup yang pasti yang dibutuhkan koi adalah air dan oksigen. Air dibutuhkan karena memang koi adalah mahluk air, oksigen mutlak di butuhkan semua mahluk hidup untuk melangsungkan kehidupannya. Yang menjadi pertanyaan adalah air yang bagaimana ? ( mengenai air ini akan di bahas lebih jauh di artikelKUALITAS AIR )
Dalam suatu kolam yang menjadi sumber atau penyebab penurunan kualitas air itu sendiri bisa berasal dari komunitas itu sendiri atau dari luar kominitas. Dari luar komunitas misalkan daun pohon yang jatuh ke kolam lalu membusuk, dan sebagainya. Dari dalam komunitas itu sendiri banyak sekali misalkan dari kotoron ( feses koi ) itu sendiri.
Yang perlu kita pahami disini adalah suatu kolam adalah suatu komunitas buatan dalam artian kolam itu adalah komunitas yang dibuat manusia bukan terjadi secara alamiah. Bila suatu komunitas terjadi secara alamiah, proses terbentuknya pastilah membutuhkan waktu yang sangat lama. Kita membuat kolam sebenarnya bertujuan untuk membentuk suatu komunitas ( lihat artikel , KOI UNTUK PEMULA ), jadi tujuan pembuatan filtrasi itu sendiri adalah sebagai jalan pintas atau penyederhanaan siklus kedihupan dan ratai makanan ).
Apa yang harus disaring ? Yang harus disaring dalam filter adalah hal – hal yang dapat mengurangi atau merusak kualitas hidup koi dan menggangu ketidak nyaman kita dalam menikmati keindahan koi. Kotoran atau sampah yang pertama harus kita hilangkan, misalkan kotoran koi, sisa daun busuk dan sebagainya, sehingga air tetap jernih.
Apa itu sudah cukup ? Tidak. Nah biasanya bagi para pemula, mengapa sering gagal dalam pemeliharaan koi karena dalam usaha filtrasi hanya bertujuaan bagaimana agar “ air jernih saja “. Air jernih saja belum cukup, air yang jernih belum tentu baik untuk kehidupan koi , karena dalam suatu komunitas air banyak sekali terdapat kandungan zat – zat yang membahayakan kehidupan koi itu sendiri. Misalkan saja gas ammonia yang timbul atau dihasilkan oleh kotoran ( feses ) koi itu sendiri.
Filter Apa yang terbaik ? Filter yang terbaik adalah filter dengan gabungan filter kimia, fisika dan biologi. Filter fisika adalah sistim filter yang menyaring secara mekanis untuk kotoran – kotoran yang ukuran besar dan atau kasat mata. Misalkan daun busuk, kotoran ikan dsb. Filter kimia adalah sistim filter yang menggunakan proses kimia. Misalkan untuk menetralisir racun atau residu obat – obatan yang kita pakai. Filter biologi adalah sistim filter dengan menggunakan proses biologis.
Bagaimana idealnya susunan sistim filtrasi ? Susunan sistim filtrasi yang ideal adalah sisitim fisika, kimia, bilogi , dan kimia, secara berurutan, namun arti ideal disini tidaklah mutlak, yang menjadi dasarnya sebenarnya kebutuhan design kolam itu sendiri dan sumber air yang akan kita pakai. Design kolam itu sendiri sangat menentukan bagaimana penempatan sistim filtrasi yang sesuai. Bila kita terlalu memaksakan idealisme namun akhirnya kita kurang bisa menikmati kolam kita akan kurang menyenangkan, begitu pula apabila kita terlalu mengedepankan design tetapi terlalu mengabaikan sistim filtrasi nantinya kita akan kesulitan dalam pemeliharaan koi, hal ini tentunya akan menjadi hal yang tidak menyenangkan juga. Disamping itu yang menjadi dasar sistim filter yang ideal tentunya adalah kualitas sumber air itu sendiri. Jadi maksudnya sebelum kita mendesign sistim filtrasi kita paling tidak mengetahui seberapa kualitas sumber air yang akan kita gunakan. Misalkan saja apakah mengandung zat besi yang terlalu tinggi, bila mengandung zat besi yang di luar batas toleransi maka kita dapat mendesign kolam dengan sistim button drain dengan airasi yang maksimal.
Bagaimana Mengetahu Zat – Zat yang terkandung dari Sumber Air ? Cara paling cepat dan tepat adalah memeriksakan sumber air kita ke Laboratorium, hasil dari laboratorium akan memberikan kita gambaran yang sangat lengkap. Apabila anda pemula yang ingin membuat kolam dengan anggaran terbatas, memerikasakan sumber air ke Laboratorium tidaklah mutlak. Sekarang tinggal anda meneliti lingkungan sekitar, misalkan apakah berlokasi di kota besar, dekat dengan lingkungan industri, dan sebagainya. Menurut pengalaman penulis untuk daerah kota – kota kecil dan menengah apabila mengunakan sumber air sumur saja sudah cukup memadai, tinggal apakah lokasi sumur tersebut dekat dengan daerah industri atau tidak. Yang sering menjadi masalah biasanya hanya terkendala dengan kandungan zat besi ( fe ) yang tinggi atau kandungan logam yang lain, hal ini bisa diatasi dengan memperdalam sumur atau memindahkan sumur tersebut ke lokasi yang lain kalau memang memungkinkan. Kalau memang agak ragu dengan sumber air yang akan anda gunakan bisa mencoba dengan mengambil sempel air kedalam botol warna bening cobalah amati apakah air tersebut berwarna ? apakah berbau ? apabila ya biasanya sumber air tersebut kurang layak ‘ Apabila tidak dan anda masih kurang yakin cobalah untuk memdiamkan beberapa hari, apabila tetap jernih biasanya cukup layak untuk digunakan. Apabila ada perubahan warna ( biasanya kekuningan ) itu berarti mengandung unsur logam ( biasanya zat besi ). Bila terjadi hal demikian sebaiknya anda mendesign kolam dengan sistim buttom drain ( saluran keluar bawah kolam ), mengapa demikian ? Air yang mengandung zat besi yang tinggi apabila tercampur dengan udara ( oksigen ) zat besi akan mengendap di dasar, apabila kolam anda menggunakan sistim button drain anda dapat membuang air bagian dasar tersebut, itu berarti kandungan besi di air tersebut sudah menurun cukup drastis. Jadi Sistim filtrasi yang paling tepat sangat lah flexsibel, situasional, dan kondisional.
FILTER FISIKA Filter fisika atau filter mekanis bisa menggunakan berbagai macam media tergantung kreatifitas dan anggaran biaya yang kita siapkan. Contohnya pakai dakron, pasir, brush, matras dan sebagainya, dengan kelemahan dan keunggulan masih – masing media. Sistim fisika ini tidak harus memakai media filter seperti sistim filter yang lain. Sistim filtrasi ini bisa kita buat tampa media, dengan mengintegrasikan kedalam rancangan kolam itu sendiri, sehingga rancangan kolam itu di buat sedemikian rupa sehingga sistim kolam itu sendiri berfungsi sebagai filter fisika.
FILTER KIMIA Dalam sistim filter ini kita menggunakan media yang dapat meningkatkan kualitas air dengan proses kimiawi. Contoh media yang dapat dipakai misalkan, arang, batu zeloit, batu karang, memakai sinar ultraviolet, dll.
FILTER BIOLOGI Dalam sistim ini proses penyaringan dengan proses biologis dengan bantuan bakteri pengurai. Sedangkan media yang digunakan sifatnya hanya sebagai tempat tinggal bakteri pengurai itu sendiri dan juga berguna sebagai filter mekanis / fisika. Media yang dapat dipakai misalkan bio ball, Matras, ring Keramik , atau dapat kita buat sendiri misalkan dari pipa PVC. Filter biologi dapat juga dengan menggunakan media tanaman air misalkan Teratai, enceng gondok, dan sebagainya, yang lebih dikenal dengan istilah vergie filter.
Dari penjelasan di atas mungkin dapat diambil kesimpulan bahwa membuat design kolam dan filter sangat flexsibel tergantung sisuasi dan kondisi.
Berikut beberapa media yang biasa digunakan hobbies dalam sistim filtrasi .
BEBERAPA MEDIA UNTUK FILTER KOLAM
MEDIA | FUNGSI | KELEBIHAN | KEKURANGAN |
PASIR & BATU KECIL | -Penyaring kotoran ( fisika ) -Batu dapat sebagai tempat tinggal bakteri pengurai ( biologi ) | - harga murah | - design filter sulit biasanya harus sistim Vertikal - Batu sebagai tempat tinggal bakteri pengurai kurang efektif karena membutuhkan jumlah yg banyak.
|
BATU ZELOIT | - menyerap zat – zat yang berbahaya misalkan ammonia ( kimia ) | - harga relative murah | - bila terkena garam akan melepas kembali zat ammonia yang terserap. |
IJUK | Sebagai penyaring kotoran ( fisika ) | - Harga murah, utk di daerah mudah didapat | - mudah busuk, sehingga dapat berubah menjadi sumber penyakit. |
DAKRON | Sebagai penyaring kotoran ( fisika ) | - dapat menyaring kotoran sampai pada ukuran yang relative kecil. | - harus sering dibersihkan dan mudah rusak sehingga cukup merepotkan. |
MATRAS | Sebagai penyaring kotoran ( fisika ) dan sebagai tempat tinggal bakteri pengurai ( biologi ) | - dapat berfungsi ganda ( fisika & biologi ) sehingga cukup efektif dan hemat ruang. | -harga relative mahal |
BIO BALL | Sebagai tempat tinggal bakteri pengurai ( biologi ), sebagai penyaring kotoran (fisika, walau kadang kurang efektif, tergantung modelnya ) | - tidak memerlukan perawatan yang rumit | - harga satuan tidak terlalu mahal, tetapi perlu jumlah yang banyak. |
SINAR ULTRA VIOLET | Sebagai pembunuh bakteri dengan proses penyinaran ( kimiawi ) | - dapat membuat air menjadi jernih sehingga kita dapat maksimal menikmati koi | Selain harga relative mahal, bakteri yang menguntungkan juga ikut terbunuh dalam prosesnya. |
TANAMAN AIR | Nyerap karbon dioksida dan ammonia | Harga dapat disesuaikan dan dapat menambah keindahan kolam | Daun – daun dapat mengotori kolam. |
ARANG | Menyerap racun | Dapat juga berfungsi sebagai penyaring kotoran | Harga relative murah dan mudah didapat |
|

Nishikigoi atau lebih populer sering disebut sebagai ikan Koi, jenis ikan ini sering disangka ikan asli jepang tetapi sebenarnya tidaklah demikian. Asal persisnya koi sebenarnya penulis kurang begitu paham, ada yang menyebut berasal dari daerah Asia timur, Persia, sekitar laut hitam, ada pula beberapa literature menyebut koi berasal dari Cina. Jenis ikan ini menyebar hampir ke seluruh penjuru dunia karena kemampuan jenis ikan ini untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan setempat. Ikan jenis ini merupakan jenis ikan hias kolam paling popular dan paling digemari di seluruh penjuru dunia, mungkin karena keindahan ragam pola dan warnanya.
MENGAPA HARUS KOLAM ? Koi sebenarnya tidaklah harus dipelihara dikolam, bisa saja di bak, akuarium atau lainnya. Yang harus dipahami disini adalah inti permasalahanya. Koi adalah jenis ikan hias yang “ keindahan utamanya “ terletak pada bagian punggungnya, kalau diamati bagian lain dari tubuhnya tidak lah ada sesuatu yang lebih istimewa dari jenis ikan hias lainnya. Nah, bagian tersebut bisa dilihat atau diamati kalau kita melihat dari posisi atas koi itu sendiri. Itulah yang harus kita jadikan acuan. Kalau kita memelihara ikan hias berarti kita ingin menikmati keindahan nya, keindahan itu akan kita nikmati kalau kita memelihara di kolam, atau memelihara di akuarium , bak dan lain sebagainya yang posisinya kita letakkan dibawah pandangan horizon kita. Jadi memelihara koi tidaklah harus dikolam.
BAGAIMANA MEMELIHARA KOI YANG BAIK. Banyak para hobbis maupun para calon hobbis yang beranggapan terlalu berlebihan dalam pemeliharan koi. Dalam pengamatan penulis sendiri, masyarkat hobbis koi seolah – olah sangatlah terlalu berlebihan dalam cara – cara pemeliharaan koi, kadang kalau penulis amati malah cenderung timbul semacam rasa paranoid yang berlebihan. Prinsip memelihara koi sebenarnya tidaklah jauh berbeda dengan prinsip hidup atau kehidupan manusia itu sendiri, mungkin yang beda manusia hidup di darat sedang koi di air. Dalam memelihara koi yang perlu diperhatikan sebenarnya hanyalah menjaga kualitas lingkungan hidup koi itu sendiri. Sama dengan manusia, seorang manusia sehat akan menjadi sakit apabila hidup dilingkungan yang tidak sehat, manusia sakit bila tidak di obati lambat laun akan sakit makin parah lalu mati, sama hal juga dengan koi. LINGKUNGAN HIDUP KOI YANG BAIK Untuk lebih mudah memahami dalam membentuk lingkungan hidup koi yang baik, cobalah sejenak pembaca untuk membayangkan habitat asli tempat koi yang asli. Cobalah pembaca bayangkan sebuah danau atau sebuah sungai alam, disana banyak hidup berbagai mahluk hidup baik flora maupun fauna, yang kalau kita amati secara biologi sederhana antara satu dan lainnya masing – masing species yang hidup disana saling ada keterkaitan antara satu dengan lainnya, mulai dari mikro organisme sampai makro organisme, Kehidupan disana akan membentuk suatu rantai makanan dan rantai kehidupan. Jadi dalam menciptakan lingkungan tempat hidup koi hendakanya kita berusaha untuk menciptakan lingkungan yang menyerupai habitat aslinya, tentu saja dengan membuang hal-hal yang dapat mengganggu kelangsungan hidup koi itu sendiri di habitat aslinya, misalkan saja predator.
Dalam memelihara koi dalam lingkungan tempat tinggal kita tidak mungkin kita membuat lingkungan hidup seperti habitat asli koi. Namun disini kita harus merekayasa lingkungan hidup koi sehingga meyerupai habitat aslinya.
MERANCANG LINGKUNGAN HIDUP KOI Dalam membuat lingkungan hidup koi ( dalam hal ini yang dimaksud adalah “tempat” rencana pembaca untuk memelihara koi ) sangat erat kaitannya dengan anggaran yang disiapkan, luas lahan yang akan di gunakan, selera estetika hobbis dan sebagainya.
Untuk merancang tempat pemeliharaan koi hal yang pertama perlu dipikirkan adalah sumber air yang akan digunakan. Apabila di tempat yang akan kita gunakan mempunyai sumber mata air alami maka yang kita butuhkan hanyalah rancangan untuk membuat kolam atau rancangan sebuat empang ( banyak yang mengistilahkan demikian untuk kolam dengan sumber mata air alami ).
Apabila lahan yang akan kita gunakan tidak memiliki sumber mata air alami tetapi memilikisumber air alami buatan ( misalkan sumur ) tinggal pembaca mempertimbangkan factor ekonomis. Yang dibutuhkan adalah rancangan kolam dengan sumber air mengalir terus ke kolam. Namun apabila mempertimbangkan ketersedian atau kemampuan sumber air tersebut atau factor ekonomis maka yang di butuhkan adalah rancangan kolam dengan sistim filtrasi-nya.
Apabila lahan yang akan kita gunakan menggunakan sumber air yang tidak alami ( misalkan PDAM / PAM ) yang diperlukan adalah hasil test laboratorium sumber mata air tersebut ( misalakan PDAM, setiap daerah memiliki kualitas air yang berbeda – beda ), baru kita dapat merancang kolam dengan sistim filtrasi yang sesuai.
Apabila pembaca ingin memelihara koi di akuarium atau bak maka yang diperlukan adalah sumber airnya dan rancangan sistim filtarsi yang sesuai dengan kualitas air dan bentuk akuarium / bak tersebut
MENGAPA PERLU SISTIM FILTRASI Sistim filrasi diperlukan untuk menjaga habitat koi tetap sehat dan layak huni. Sama seperti manusia koi hidup juga menghasilkan limbah, kotoran, dan lain – lain yang dapat merusak kualitas air sebagai tempat hidup koi itu sendiri. Misalkan kotoran (feses ) yang dapat menimbulkan gas ammonia yang beracun.
BAGAIMANA SISTIM FILTRASI YANG BAIK ? Sistim filtrasi yang terbaik baik adalah sistim yang sesuai dengan kolam itu sendiri baik bentuk kolam , letak kolam ( dalam tanah, diatas permukaan tanah atau gabungan ) ,sumber air kolam itu sendiri dan hal - hal lainya.
Sistim fitrasi yang baik adalah gabungan antara filter fisika, kimia dam biologi. Yang dimaksud sistim fisika adalah sistim filter secara fisika atau mekanis, kalau lebih disederhanakan lagi mungkin filter untuk menyaring kotoran – kotoran yang kasat mata. Yang dimaksud sistim kimia adalah sistim filtasi dengan proses kimiawi dan atau penyaringan bahan – bahan kimiawi yang sifatnya merusak atau menurunkan kualitas air sebagai habitat hidup. Sedangkan sistim biologi adalah sistim filtasi dengan proses biologi.
|
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar