Sabtu, 20 November 2010


TAHBISAN
Uskup China "Bikinan" Pemerintah
Sabtu, 20 November 2010 | 19:57 WIB
KOMPAS.com – Kesan terpecahnya Gereja Katolik di China seakan makin kentara. Catatan APdan AFP pada Sabtu (20/11/2010) menunjukkan gereja dukungan pemerintah China menahbiskan Guo Jincao tanpa persetujuan pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma Paus Benediktus XVI. Acara penahbisan itu sendiri terlaksana di kota Chengde, China timur laut dengan pengamanan ketat.
Belum diketahui apakah para uskup pendukung Paus akan dipaksa menghadiri upacara seperti yang dikhawatirkan Vatikan.
Jutaan umat Katolik China terpecah menjadi pendukung Paus dan gereja yang didukung pemerintah, Gereja Patriotik China.
Vatikan dan Beijing tidak memiliki hubungan diplomatik sejak tahun 1950-an ketika Beijing mengusir pastor asing.
Meskipun demikian, Vatikan dan gereja pemerintah kemudian secara tersirat menyepakati penunjukan uskup baru.
Tetapi Vatikan memperingatkan permulaan minggu ini bahwa usaha Beijing memaksa para uskup Katolik Roma China untuk menghadiri upacara di Chengde akan dipandang sebagai pelanggaran serius kebebasan beragama.
Hal ini juga akan merusak hubungan China-Vatikan, kata juru bicara Paus, Pastor Federico Lombardi.
Di China terdapat sekitar 10 juta penganut Katolik, sebagian besar anggota Gereja Katolik Patriotik China.
Beberapa juta orang lainnya menjadi anggota Gereja Katolik yang dianggap gelap. Mereka memandang hanya Paus di Roma yang berhak mengangkat uskup baru.
 

Tidak ada komentar: